<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2183">
<titleInfo>
<title>penyetabil tegangan pada pembangkit listrik tenaga surya 50 WP menggunakan single ended primary inductor converter</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Istiyo Winarno, S. T., M. T.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Contributor</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Gaguk Bagas Prakoso</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Surabaya</placeTerm></place>
<publisher>Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah</publisher>
<dateIssued>2017</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xiv, 74 p. : ill. ; 29 cm.</extent>
</physicalDescription>
<note>Kebutuhan  energi  yang  tinggi  menyebabkan  ketersediaan  bahan  bakar  fosil berkurang  sangat  cepat,  Dengan  demikian  banyak  para  peneliti  ingin mengembangkan  berbagai  sumber  energi  yang  terbarukan,  Salah  satunya  adalah penelitian tentang  photovoltaic  (panel surya) dan pemodelannya. Indonesia yang terletak di garis katulistiwa dapat memperoleh sinar matahari yang rata-ratanya 8 jam per hari memiliki energi surya yang cukup tinggi. Permasalahan utama yang ada pada sistem pembangkit tenaga surya adalah kurangnya pemaksimalan pada sistem pembangkit tenaga surya. tegangan yang dihasilkan dari panel surya tersebut tidak stabil,maka tidak dapat langsung diproses untuk charging baterai, dikarenakan dapat merusak elemen yang ada pada baterai yang dapat menimbulkan kerusakan pada  baterai.  untuk  meminimalisir  kerusakan  tersebut  dibutuhkannlah  tegangan yang stabil. Untuk  menyetabilkannya digunakanlah sistem  SEPIC  (Single Ended Primary Inductor Converter) yaitu salah satu konverter yang dapat menaikkan dan menurunkan tegangan, yang dimana difungsikan sebagai penyetabil tegangan pada panel surya, sehingga dapat diperoleh daya yang maksimal.</note>
<subject authority=""><topic>Mikrokontroler ARM 32</topic></subject>
<subject authority=""><topic>SEPIC-converter</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Panel Surya</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Baterai</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Perpustakaan Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan Lantai 2 - Gedung Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Jalan Arief Rachman Hakim No. 150, Sukolilo, Surabaya</physicalLocation>
<shelfLocator>623.17.13 Gag p</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">S0201232017</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpustakaan Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan-UHT</sublocation>
<shelfLocator>623.17.13 Gag p</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>2183</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-10-05 14:06:31</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-10-05 14:07:03</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>